'

Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم
Ilmu Seputar Islam: Haramnya Merayakan Ulang Tahun

Ilmu Seputar Islam: Haramnya Merayakan Ulang Tahun



Haramnya Merayakan Ulang Tahun / HBD bagi yang merasa Muslim.
Ingin rasanya selalu menunjukkan rasa sayang kita kepada orang-orang yang kita Cintai, selalu mengingatnya di setiap tahun, yang bahkan seharusnya di setiap menit, hari, bulan dan pastinya disetiap sujud Kita dikala menghadap keharibaan-Nya. Namun sayang Rasa Cinta yang kita perlihatkan terkadang harus bertentangan dengan Ketentuan Allah dan Rasul-Nya seperti halnya Ulang Tahun yang ternyata bertentangan dengan Aqidah kita sebagai seorang Muslim. inilah beberapa alasan mengapa Muslim Haram merayakan Ulang tahun :

1. Ulang Tahun adalah Salah satu bentuk Ibadah kaum nasrani dan Yahudi salah satu contohnya adalah NATAL yang seperti kita ketahui itu adalah Ibadah kaum nasrani dalam memperingati hari kelahiran Yesus Kristus, dan Rasulullah pernah Bersabda "Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum itu." (H.R Abu Daud).
Jadi Jika melihat Konteks Hadit's diatas maka jelas bagi yang merayakan Ulang Tahun maka Rasulullah menegaskan bahwa mereka adalah bagian dari kaum nasrani dan yahudi.
2. Salah satu cara kaum Nasrani dan Yahudi untuk menghancurkan Aqidah Umat Islam adalah menyamarkan suatu Ibadah mereka sehingga kita mengikutinya tanpa kita sadari salah satunya adalah Ulang Tahun. hal ini di tegaskan dalam sebuah keterangan yang Berbunyi ;
“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?”[4 HR. Muslim no. 2669]

3. Sampai Qiamat kaum nasrani dan Yahudi akan terus merongrong Umat Islam dengan berbagai cara agar kita semakin jauh dari Agama kita. dan Allah telah menegaskan itu dalam Al Qur'an 
وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.." (al Baqarah 120)

4. Jangan sampai Allah melepas kita karena kita tidak mengikuti petunjuk yang telah jelas haram halalnya karena jika kita masih memungkiri kebenaran yang telah jelas benar nya maka Allah tidak akan pernah menjadi pelindung kita lagi.
قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ
Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu" (Al-Baqarah: 120)
Jadi masihkan kita memungkiri bahwa Ulang tahun itu Boleh bahkan mungkin di anjurkan sedangkan telah jelas Allah dan Rasul-Nya melarang kita untuk mengikuti jejak kaum nasrani dan yahudi yang akan membawa kita kepada kebinasaan dan Azab Allah SWT. Maka ketika kita yakin Bahwa itu adalah Ibadah mereka dan kita pun mempunyai Cara Ibadah yang sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya maka katakanlah. "Bagiku Agamaku dan bagimu Agamamu "

Read More
Ilmu Pendidikan: Lembaga Pendidikan

Ilmu Pendidikan: Lembaga Pendidikan

Lembaga Pendidikan merupakan sebuah institusi pendidikan yang menawarkan pendidikan formal mulai dari jenjang pra-sekolah sampai ke jenjang pendidikan tinggi, baik yang bersifat umum maupun khusus (misalnya sekolah agama atau sekolah luar biasa). Lembaga pendidikan juga merupakan sebuah institusi sosial yang menjadi agen sosialisasi lanjutan setelah lembaga keluarga. Dalam lembaga pendidikan, seorang anak akan dikenalkan mengenai kehidupan bermasyarakat yang lebih luas. Lembaga pendidikan atau yang kerap disebut sekolah juga merupakan sebuah institusi yang akan mengenalkan berbagai nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
Sekolah atau institusi pendidikan memiliki peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Sekolah dapat membantu seorang anak untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.[1]
            Macam-macam Lembaga Pendidikan
a. Pendidikan Formal
Pendidikan formal yang sering disebut pendidikan persekolahan, berupa rangkaian jenjang pedidikan yang telah baku, misalnya SD, SMP, SMA, dan PT. Pendidikan nonformal lebih difokuskan pada pemberian keahlian atau skill guna terjun ke masyarakat.
 Mengenyam   pendidikan  pada  institusi  pendidikan  formal  yang  diakui  oleh  lembaga pendidikan  Negara  adalah  sesuatu  yang  wajib  dilakukan  di  Indonesia Mulai  dari  anak  tukang  sapu jalan, anak  tukang  dagang  martabak  mesir, anak  tukang  jamret, anak  pak  tani, anak  bisnismen, anak  pejabat  tinggi  Negara, dan  sebagainya  harus  bersekolah, minimal  9  tahun  lamanya  hingga  lulus  SMP.
Sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah yang lahir dan berkembang secara efektif dan efisien dari pemerintah untuk masyarakat merupakan perangkat yang berkewajiban untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam menjadi warga Negara. 
Ada beberapa Krateristik proses pendidikan yang berlangsung di sekolah yaitu;
1. Pendidikan diselengarakan secara khusus dan dibagi atas jenjang yang memiliki hubungan hierarki
2.  Usia anak didik di suatu jenjang pendidikan relative homogen.
3. Waktu pendidikan relatif lama sesuai dengan program pendidikan yang harus
diselesaikan.
4.  Materi atauisi pendidikan lebih banyak bersifat akademis dan umum.
5. Adanya penekanan tentang kualitas pendidikan sebagai jawaban kebutuhan dimasa
yang akan datang.  
Sebagai pendidikan yang bersifat formal, sekolah mencari fungsi pendidikan berdasarkan asas-asas tanggung jawab;
1. Tanggung jawab formal kelembagaan sesuai dengan fungsi dan tujuan yang ditetapkan menurut ketentuan-ketentuan yang berlaku. Tanggung jawab keilmuan berdasarkan bentuk, isi, tujuan and tingkat pendidikan kepadanya masyarakat oleh masyarakat dan bangsa.
2. Tanggungjawab fungsional ialah: Tanggung jawab professional pengelola dan pelaksana pendidikan yang menerima ketetapan ini berdasarkan ketentuan-ketentuan jabatannya. tanggung jawab ini merupakan pelimpahan tanggung jawab dan kepercayaan orang tua (masyarakat) kepada sekolah dari para guru..
b. Pendidikan Non Formal
Pendidikan non formal merupakan pendidikan alternatif setelah pendidikan formal. Kursus sebagai salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan pada jalur pendidikan non formal mempunyai kaitan yang sangat erat dengan jalur pendidikan formal. Selain memberikan kesempatan bagi peserta didik yang ingin mengembangkan keterampilannya pada jenis pendidikan tertentu yang telah ada di jalur pendidikan formal juga memberikan kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan pendidikan keterampilannya yang tidak dapat ditempuh dan tidak terpenuhi pada jalur pendidikan formal.
Pendidikan non formal tidak bisa di pandang sebelah mata. Karena pendidikan non formal sangat penting terutama dalam hal penguasaan dan pengembangan ketrampilan fungsional. Selain itu pendidikan non formal lebih berorientasi pada pendidikan yang efektif dan efisien agar peserta didik dapat belajar dengan mudah dan mencapai tujuan melalui proses yang hemat waktu dan biaya.
Pendidikan non formal merupakan usaha masyarakat dalam mencari jalan keluar terhadap persoalan pendidikan formal yang tidak terjangkau oleh masyarakat. Perhatian pendidikan non formal lebih terpusat pada usaha-usaha untuk membantu terwujudnya proses pembelajaran di masyarakat. Hal ini sesuai dengan Pasal 55, UU Sisdiknas No.20 tahun 2003 butir pertama yaitu, Masyarakat berhak menyelenggarakan pendidikan berbasis masyarakat pada pendidikan formal dan non formal sesuai dengan kekhasan agama, lingkungan sosial, dan budaya untuk kepentingan masyarakat.
Pendidikan non formal mempunyai fungsi membelajarkan individu atau kelompok agar mampu memberdayakan dan mengembangkan dirinya sehingga mampu beradaptasi terhadap perubahan atau perkembangan zaman. Berdasarkan fungsi tersebut pendidikan non formal dapat melayani kebutuhan pendidikan suplemen, pendidikan komplemen, pendidikan kompensasi, pendidikan substitusi, pendidikan alternatif, pendidikan pengayaan, pendidikan pemutakhiran (updating), pendidikan / pelatihan keterampilan dan  pendidikan penyesuaian/penyetaraan.
Untuk mengoptimalkan kualitas pendidikan non formal terus mengalami perkembangan sehingga menghasilkan pendidikan berbasis kompetensi yang lebih menekankan pada kemampuan yang di miliki oleh setiap peserta didik. Dalam pelaksanaan proses belajar pendidikan berbasis kompetensi menggunakan prinsip-prinsip pengembangan yang mencakup pemilihan materi, Strategi, media, penilaian dan sumber atau bahan pembelajaran sehingga hasil belajar tercapai sesuai dengan standar kompetensi. Dengan memilih pendidikan berbasis kompetensi, diharapkan mampu untuk bersaing di era globalisasi saat ini.[2]
Semoga Bermamfaat, Shukran Jazakallah Khairan@


Read More
Motivasi Hidup: Aku Bangga Menjadi Petani

Motivasi Hidup: Aku Bangga Menjadi Petani



Aku dan Kampung Halamanku (Seorang Petani) 03!

Oleh: Muhammad Akbar
muhammadakbar2.blogspoot.com

‘’Ilmu itu adalah Cahaya dan Cahaya itu tidak akan menyimbah di Hati orang-orang yang melakukan Maksiat. - (Imam Syafi'e).

            Hati terasa berkecamuk ketika baru tiba dimakassar begitu pula dengan sebaliknya ketika baru tiba dikampung halaman, penyesuain diri terhadap lingkungan yang begitu lambat berbeda dengan teman-teman ku yang lainya. Kapan terakhir kali kita mengatakan pada diri kita bahwa ‘’saya bangga menjadi diri saya, yang memiliki kekurangan dan kesalahan. Ataukah sebaliknya kita hanya bersembunyi dibalik kehebatan seseorang yang kita kagumi.
            Status yang aku miliki ketika dikampung halaman adalah bukan seorang mahasiswa, namun saya adalah seorang petani yang bekerja bukan dikelas duduk manis diskusi, menerima materi dan yang lainnya, namun tiada pagi dan sore terlewatkan air keringat membasahi tubuh berada disawah atau berada dikebun, terkadang keluarga mengatakan buat apa kamu kerja keras seperti itu seperti petani, kamu kan mahasiswa belajar saja terus agar kamu cerdas. Yah memang betul mahasiswa seharusnya memamfaatkan waktunya sebaik-baiknya untuk belajar dan belajar ‘’Karena kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersisah’’
            Namun statusku sebagai seorang petani adalah hal yg saya banggakan sampai hidupku hari ini aku tidak melihat begitu banyak orang yang sukses baik dunianya ataupun akhiratnya, menjadi dosen, prof termuda, ustadz atau bahkan sampai ulama dan aku tidak melihat  dibalik kesuksesan mereka dilatarbela-
kangi oleh orang hebat namun kebanyakan dilatarbelakangi oleh keluarga dari seorang petani yang mampu bangkit untuk mendapatkan kejayaanya.
            Aku dan petani ketika dikampung halamanku tidak ada bedanya pisau ditangan kananku dan kayu ditangan kiriku, terkadang hatiku berkecamuk ketika berada ditengah hutan melihat orang tuaku bekerja, terkadang terlintas dibenakku apakah hidup saya juga kedepanya akan tetap seperti ini! berfikir sambil merencanakan apa yang kita target kedepannya. “duduk indah menyaksikan mereka yang berdiri dengan rapi, atau berdiri dengan rapi dan disaksikan oleh mereka, pilih pemain atau penonton… Bersambung@

Bismillah
Dulu, Aku sangat kagum pada orang cerdas, kaya, dan yang berhasil dalam karir. Hidup sukses dan hebat dalam dunianya terlebih lagi cerdas dunia sainsnya.
Sekarang, Aku memilih untuk mengganti kriteria kekagumanku. Aku kagum dengan orang yang hebat di mata Allah. Sekalipun kadang penampilannya begitu biasa dan bersahaja.
Dulu, Aku memilih marah ketika merasa harga diriku dijatuhkan oleh orang lain yang berlaku kasar padaku kan menyakitiku dengan kalimat-kalimat sindiran.
Sekarang, Aku memilih untuk banyak bersabar & memaafkan. Karena Aku yakin ada hikmah lain yang datang dari mereka ketika aku mampu memaafkan dan bersabar.
Dulu, Aku memilih mengejar dunia Exact. Ternyata aku sadari kebutuhanku hanyalah makan dan minum untuk hari ini.
Sekarang, Aku memilih bersyukur dengan apa yang ada dan memikirkan bagaimana aku bisa mengisi waktuku hari ini, dengan apa yang bisa aku lakukan dan bermanfaat untuk Agama dan sesamaku.
Dulu, Aku berfikir bahwa aku bisa membahagiakan orang tua, saudara dan teman-temanku jika aku berhasil dengan duniaku. Ternyata yang membuat mereka bahagia bukan itu, melainkan ucapan, sikap, tingkah dan sapaanku kepada mereka.
Sekarang aku memilih untk membuat mereka bahagia dengan apa yang ada padaku.
Dulu, fokus pikiranku adalah membuat rencana-rencana dahsyat untuk duniaku. Ternyata aku menjumpai teman-teman dan saudaraku begitu cepat menghadap kepada-Nya.
Sekarang, yang menjadi fokus pikiran dan rencanaku adalah bagaimana agar hidupku dapat diridhai oleh Allah dan sesama.
jika suatu saat diriku dipanggil oleh-Nya.
Tak ada yang bisa memberikan JAMINAN bahwa aku bisa MENGHIRUP NAFAS ESOK hari. Jadi apabila hari ini dan hari esok aku masih hidup, itu adalah karena kehendak-NYA semata.

Read More
Motivasi Hidup: Wahai Pemuda Bangkitlah Negara Menunggu-MU

Motivasi Hidup: Wahai Pemuda Bangkitlah Negara Menunggu-MU

Aku dan Kampung Halamanku (Bersama IPPM) 01!
Oleh: Muhammad Akbar
muhammadakbar2.blogspoot.com
 “Berpangkuh tangan atau turun tangan? Menjadi penonton atau pemain? Pilihanmu, menentukan hidupmu. Sebelum, hidupmu ditentukan oleh pilihan yang ada. Bergerak atau tergantikan, itu harga matinya.”
Aku bukanlah orang yang pertama yang gelisah tentang realita dan moralitas para pemuda bangsa kita saat ini, dan kita tidak usah bercerita tentang bangsa, cukup kota yang kita tinggali saja makassar, bulukumba dan bahkan sampai kepada kampung halaman kita. Seolah hati ini merasa berkecamu dengan apa yang harus kami lakukan terhadap pemuda-pemuda kita yang menjadi ujung tombak bangsa dan negara kita. Syairku mengatakan, ‘’Wahai para pemuda generasi mendatang, sadarkah bahwa kita saat ini tengah dijajah dengan cara halus namun menusuk? Karena sejatinya kejahatan terstruktur akan mengalahkan kebaikan yang ada begitu juga dengan sebaliknya kebikan yang terstruktur akan mengalahkan kejahatan. Pola hidup dewasa ini selera dan trend kaula muda bergeser menuju budaya barat. Tak menampik, perubahan ini pun juga nampak secara fisik ataupun psikis dan mental generasi muda. Mulai dari gaya berpakaian, cara bertutur sapa dan pola pikir yang sedikit-demi-sedikit berbau budaya barat.
Menjamurnya trend ala korea pun juga mengambil sebagian peran dalam berbusana. Wanita yang sebaiknya terbalut busana panjang, longgar dan tebal –nontransparan, kini bak patung yang tengah dipertontonkan pada khalayak umum dengan baju minim bahan. Pria pun tak ketinggalan, alih-alih bergaya mengikuti trend, yang ada malah bergaya sesukanya dan cenderung urakan, tidak tertata rapih.
Contoh kasusnya banyak disekitar kita, banyak wanita pun dengan pria menggunakan pakaian ala barat atau menggunakan pakaian yang mirip dengan idolanya yang marak dijual di online shop, pria bertindik, wanita menggunakan celana pendek atau ketat, seperti berubahah menjadi hal yang lumrah. Inikah peran pemuda bangsa sebagai agent of change? Inikah perubahan yang dimaksud disini?.
Modernisasi memang harus! Mengikuti mobilitas global perkembangan zaman yang semakin merambah, itu adalah kebutuhan. Tak ada yang melarang. Namun, seberapa kuat saringan yang ada dalam diri kita? Itulah pertanyaannya. Sebagai generasi muda, banyak yang hanya mengikuti trend ke-kini-an tanpa mengolah info yang ada. Seperti anak kecil yang selalu ‘disuapin’ ketika hendak makan. Haus akan informasi itu memang bagus, dan harus. Itulah gunanya pemuda bangsa, haus akan informasi dan ide-ide kreatif baru, kemudian menciptakan sebuah karya, itulah peran pemuda sebagai agen perubahan, merubah keadaan untuk menjadi yang lebih baik sebagaimana perubahan yang dilakukan para pejuang kita terdahulu sehingga kita mampu hidup manis, duduk bergandengan dengan Hp, ditambah dengan Kopi+Roti sungguh nikmat yg kita rasakan, tak lain halnya dengan para pejuang kita terdahulu yang dimana menjadi gandengannya adalh senjata dan alat peran lainya untuk melakukan sebuah perubahan.
Banyak dari anak muda kini hanya menjadi penonton yang baik, duduk manis dipinggir lapangan dan menggerutui apa yang terjadi dalam area pertandingan. Sementara mereka-mereka yang terjun dilapangan membuat gebrakan-gebrakan yang mengejutkan bagi si-penonton. Haruskah selalu anak muda hanya diam dan menunggu perubahan yang terjadi tanpa melakukan apapun? Ketika hasil telah tercetak haruskan anak muda selalu menikmatinya saja tanpa ada upaya merubah?
Trend memang banyak bergeser, namun jiwa menjadi pemain tidaklah boleh surut dengan gerusan ombak globalisasi dan kemajuan zaman. Peran pemuda muslim yang nyata, membuat perubahan berarti, berkualitas. Karena menjadi penonton yang baik itu tidaklah baik. Peran pemerintah, instansi terkait dan juga stakeholder lainnya dibutuhkan disini. Jika banyak kaula muda yang mengganti cara berbusananya, maka keluarkan trend baru yang islami, ciptakan, cetak generasi rabbani minimal dengan busananya terlebih dahulu.
Jangan hanya menikmati trend busana saat ini, tapi ambil bagian didalamnya, buat perubahan dengan ikut menciptakan trend yang lebih relevan dengan budaya islam. Kembangkan ide-ide kreatif yang fresh dengan busana islami, pengembangannya dapat dilakukan dengan menjual baju-baju tersebut dengan online, pemerintah pun sebaiknya juga ikut membantu dengan memberikan batasan produk-produk yang boleh dipasarkan, luncurkan produk kreatif yang modis namun islamis, seperti hijab modern namun tetap syar’i.
Kreatif adalah tuntutan kini, terlebih kita tengah memasuki era baru di tahun 2016 ini, ada MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Dimana benih benih kreatifitas dari anak muda sangat diperlukan untuk ikut bersaing dalam MEA, bukan hanya duduk manis menjadi penonton dan menikmati karya orang lain. Minimal, menggunakan karya sendiri untuk diri sendiri, menggunakan produk dalam negeri dan mencintainya.
Masuknya budaya barat, korea dan sebagainya memang lebih kurang telah merubah tatanan berbusana yang sudah ada. Namun, dari sana kita bisa mengembangkannya dengan ide kreatif, kita bisa menginovasikannya menjadi lebih agamis dan layak dikenakan. Bila generasi muda punya banyak ide-ide unik seperti membuat rok non transparan, rok bolak-balik, baju panjang bolak-balik, kerudung tebal dan panjang yang juga bolak-balik, kerudung penuh motif dengan warna cerah untuk menarik minat berhijab, maka ide-ide inilah yang harus dikembangkan.
Dukungan dari semua pihak agar kaum muda pun mampu berkarya dan mandiri dengan menghasilkan uang sendiri dari produk-produk yang mereka ciptakan ini sangat dibutuhkan. Pemerintah pusat atau daerah bisa ikut berpartsisipasi dengan menyediakan pasar khusus busana islami dengan syarat pemilik merupakan kaum muda yang masih produktif seperti pelajar atau mahasiswa dengan harga sewa toko yang cukup murah untuk menyokong perekonomian kaum muda. Stakeholder seperti lembaga-lembaga sosial atau instansi terkait pun mampu membantu dengan mengadakan acara-acara pertemuan kaum muda untuk saling bertemu dan bertukar ide, diskusi kecil dengan tema-tema islami terkini yang diangkat.
Pameran-pameran busana islami pun juga dapat dijadikan solusi inovatif dalam menarik minat masyarakat terhadap busana islami. Kerja sama pemerintah-instansi-pemuda dalam menyelenggarakan ‘bulan busana islami’ di departement store di Indonesia dapat dijadikan tumpuan dalam memperkenalkan karya pemuda kepada masyarakat. Kerja sama pemerintah-instansi-pemuda lainnya dalam menyokong ekspansi penggunaan produk busana islami modern ini sa;ah satunya dengan mengadakan siaran tentang produk islami yang tengah trend saat ini di televisi, ataupun media elektronik lainnya, pun juga dengan media cetak seperti koran atau majalah juga dapat dibuatkan kolam khusus tentang busana islami trendi yang tengah populer.
Solusi solutif lainnya dalam memasyarakatkan busana islamis namun modern kepada masyarakat adalah dengan pengembangan sistem online shop yang kini banyak dipilih pemuda dalam mempromosikan produknya, dibuat sistem online shop utama untuk promo produk busana islami, dengan target pasar minimal untuk remaja -penduduk lokal. Islam Cloth Corner dalam mall atau departement store seluruh Indonesia bila mampu terapkan akan meningkatkan nama busana islami yang kini tengah tergerus arus globalisasi.
Pembuatan desa islamis, dimana merupakan perkumpulan penduduk yang produktif dalam menghasilkan busana islami layaknya kampung inggris di Pare.
Apabila pemuda telah produktif, salah satunya dengan menciptakan karya-karya busana islamis modern. Produk-produk kreatif pemuda ini yang masih banyak dirintis pada level home industry, sedikit-sedikit akan meningkatkan devisa bagi negara. Lokalisasi karya busana islamis yang terus gencar dilakukan, penggunaan media sosial dalam mengencangkan publikasi produk dapat merambah ke Nasional pemasaran produknya.
Terlebih saat ini sudah memasuki era baru, dengan MEA, seakan tidak ada sekat atau batasan-batasan antar negara, publikasi di internet merupakan senjata utama. Apabila produk-produk lokal pemuda sudah kuat, maka insyaAllah pemuda akan siap bersaing dalam MEA 2016. Pemuda Indonesia bukan lagi hanya seorang penonton yang baik, namun menjadi pemain yang baik dalam MEA 2016 dengan memperkenalkan produk lokal busana islami yang modern dan trendi karya pemuda bangsa. Tetap syar’i namun mampu tampil modern.
Sesungguhnya kami rindu dengan gerakan pemuda sebagaimana sejarah  pemuda terdahulu, kami sangat rindu dengan sosok M. Natsir selanjutnya, kami rindu dengan dengan sosok A M. Nasution Begtu pula dengan sosok Jend. Sudirman sebagai panglima termuda. ‘’Maka ketahuliah bahwasanya pemuda dan pemudi yang berproses lebih baik dri pemuda yang hanya duduk terdiam merenungi nasibnya tau bahkan melakukan perbuatan atau hal-hal yang tidak berguna’’.
Hidup Indoensia ku! Majulah, bergeraklah wahai generasi Rabbani!
salam. (IPPM ‘’Ikatan Pemuda & Pelajar Mattoanging) Desa Anrang, Kec. Rilau Ale, Kab. Bulukumba.
               Semoga Bermamfaat, Shukran Jazakumullahu Khairan@....
Read More