'

Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

Realitas Pemuda Indonesia: Kerusakan Moral & Remaja Indonesia




Oleh: Muhammad Akbar
Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga
Fakultas Ilmu Keolahragaan
Universitas Negeri Makassar

Akbarusamahbinsaid.@gmail.com

Akhir-akhir ini kerusakan moral remaja makin meluas. Namun sejatinya kerusakan moral remaja sudah terjadi sejak dulu. Banyak sekali uraian para pakar agama dan pendidikan yang mengupas dan membahas tentang kerusakan moral remaja di indonesia khususnya. Kenakalan remaja seperti jalan yang tak akan pernah ada putusnya. Berhenti yang satu , lalu muncul lagi jenis kenakalan remaja terbaru. Di era globalisasi seperti sekarang ini, disaat semua teknologi semakin canggih dan banyak sekali kemudahan yang di dapat seolah membuka celah bagi remaja untuk berbuat negative. Belum lagi gaya hidup yang serba modern dengan pengaruh budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya indonesia membuat remaja di indonesia semakin banyak yang berbuat negative yang tentunya meresahkan berbagai lapisan masyarakat.
Kenakalan remaja umumnya dilakukan oleh remaja-remaja yang menjalani proses perkembangan jiwanya. Terkadang kenakalan tersebut juga dipicu oleh beberapa factor , salah satunya factor orang tua dan lingkungan yang merupakan factor yang sangat berpengaruh terhadap timbulnya kenakalan remaja saat ini. Factor orang tua yang tertalu mengekang anaknya membuat dampak yang begitu negative karena anak biasanya memberontak dan bertindak negative. Selain itu hubungan kedua orang tua yang tidak harmonis membuat psikis anak serta emosi anak menjadi labil , yang berakibat anak biasanya berbuat yang negative karena di rumah tidak ada sosok panutan bagi dirinya sendiri.
Selain itu untuk anak-anak remaja yang biasanya sudah bosan dengan kondisi rumah , memilih untuk menenangkan diri dengan minum-minuman keras dan melakukan kenakalan-kenakalan yang lain sebagai bentuk protes dan pemberontakan terhadap kondisi keluarga tidak seperti yang mereka harapkan. Pengaruh lingkungan juga merupak alasan terkuat kenapa kenakalan ramaja bukannya semakin sedikit tapi justru semakin banyak, hal itu dikarenakan salahnya pergaulan remaja-remaja saai ini. Terkadang kita tidak dianggap gaul kalau kita tidak minum-minuman keras atau bahkan yang saat ini sedang marak adalah pacaran yang terlalu berlebihan. Pacaran yang berlebihan ini adalah salah satu dampak , runtuhnya nilai-nilai moral, etika dan agama remaja indonesia. Tidak jarang saya menemui siswa-siswi smp dan smu yang sudah pacaran namun dengan cara yang tidak sehat.
Runtuhnya nilai agama, etika serta moral pada bangsa tentunya membuat kita miris. Bagaimana tidak, masa depan yang seharusnya bergantung di pundak-punak remaja generasi bangsa justru sekarang ini tidak tahu harus digantungkan kepada siapa lagi. Ya , semua itu tidak lain karena moral bangsa yang sudah tidak sesuai dengan moral bangsa indonesia dan ajaran agama. Di semua agama tentunya mengajarkan hal-hal yang baik, namun karena kurangnya pengetahuan mereka tentang ilmu agama membuat mereka bertindak seenaknya sendiri tanpa adanya panutan dan tuntunan.
Etika adalah perbuatan baik dan buruk manusian berdasarkan akal pikiran manusia itu sendiri. Moral adalah ilmu tentang kebiasaan baik buruknya manusia yang berdasarkan tradisi masyarakat. Akhlak adalah perilaku manusia yang di dasari oleh kesadaran berbuat baik yang didorong keinginan hati dan selaras dengan pertimbangan akal. Persamaan etika moral dan akhlak adalah sama-sama membahas tingkah laku manusia baik dan buruk.
Kondisi remaja di indonesia saat ini dapat digambarkan sebagai berikut :
1.      Pernikahan usia remaja
2.      Sex pra nikah dan kehamilan tidak dinginkan
3.      Aborsi 2,4 jt : 700-800 ribu adalah remaja
4.      Mmr 343/100.000 (17.000/th, 1417/bln, 47/hr perempuan meninggal) karena komplikasi kehamilan dan persalinan
5.      Hiv/aids: 1283 kasus, diperkirakan 52.000 terinfeksi (fenomena gunung es), 70% remaja
6.      Miras dan narkoba.
Tentunya sangat miris ketika melihat semua kondisi remaja saat ini. Remaja yang seharusnya menjadi tonggak kelanjutan bangsa indonesia justru menjadi perusak moral bangsa indonesia itu sendiri. Moral dan etika sebagai tolak ukur cirri khas sebuah bangsa , mulai luntur karena pengaruh budaya dari barat. Di dalam agama islam sudah jelas beberapa hadist serta firman allah swt yang mengatakan tentang baik dan buruknya akhlak seorang manusia.
Berdasarkan penetuan atau standar ukuran baik dan buruk yang di gunakannya. Standar baik dan buruk akhlak berdasarkan al qur’an dan sunnah rasul, sedangkan moral dan etika berdasarkan adat istiadat atau kesepakatan yang dibuat oleh suatu masyarakat. Jika masyarakat menganggap suatu perbuatan itu baik maka baik pulalah nilai perbuatan itu. Dengan demikian standar nilai moral dan etika bersifat lokal dan temporal, sedangkan standar akhlak bersifat universal dan abadi. Dalam pandangan islam, akhlak merupakan cermin dari apa yang ada dalam jiwa seseorang.
Karena itu akhlak yang baik merupakan dorongan dari keimanan seseorang, sebab keimanan harus ditampilkan dalam prilaku nyata sehari-hari. Inilah yang menjadi misi diutusnya rasul sebagaimana disabdakannya :
“aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.”(hadits riwayat ahmad).
Secara umum dapat dikatakan bahwa akhlak yang baik pada dasarnya adalah akumulasi dari aqidah dan syari’at yang bersatu secara utuh dalam diri seseorang. Apabila aqidah telah mendorong pelaksanaan syari’at akan lahir akhlak yang baik, atau dengan kata lain akhlak merupakan perilaku yang tampak apabila syari’at islam telah dilaksanakan berdasarkan aqidah.
Allah swt berfirman;
dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung (q.s al-qalam:4).
Allah swt berfirman;
77. Dan carilah pada apa yang telah di anugerahkan allah kepada mu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan jangan lah kamu melupkan bahagiaanmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (q.s al-qashash:77).
Sudah jelas tertera di al-quran bahwa , kita harus mempunyai budi pekerti yang agung agar kita terhindar dari perlaku yang buruk.
Bisa kita bayangkan jika semua remaja di indonesia memegang teguh ajaran agama , pasti mereka tidak akan bertindak negative sekalipun mereka sedang tertimpa masalah ataupun yang lain. Agama sebagai pedoman hidup manusia di dunia mempunyai peranan penting bagi remaja khususnya agar semua tindak-tanduk dan perilaku nya berdasarkan dengan syariat serta moral bangsa.
Lalu bagaimana caranya melakukan pencegahakan terhadap kenakalan remaja :
1. Meningkatkan penanaman ilmu agama sebagai pegangan hidup.
2. Meningkatkan pengawasan orang tua terhadap anak, dan memberikan perhatian kepada anak agar anak tidak lagi melampiaskan terhada hal-hal yang negative ketika mereka tertimpa masalah.
3. Orang tua sebagai pengajar mereka sehari-hari harus memberikan contoh suri tauladan yang baik terhadap anaknya.
4. Melakukan pembinaan moral yang bisa dilakukan di lingkungan keluarga , sekolah dan masyarakat
5. Menghindarkan diri dengan budaya materialistis , hedonistis dan sekularistis
6. Peran pemerintah harus kuar dalam melakukan pembinaan terhadap remaja , dengan cara memberikan pembinaan-pembinaan terhadap remaja agar mereka punya kesibukkan yang membuat mereka terhindra dari perilaku nakal.
7. Melakukan refreshing ketika sedang stress bisa membuat remaja tidak melampiaskan diri terhadap hal-hal yang negative
8. Untuk meghindari salah pergaulan, kita harus pandai memilah dan memilih teman dekat. Karena pergaulan akan sangat berpengaruh terhadap etika, moral, dan perilaku seseorang.
9. Memperluas wawasan dan pengetahuan akan sangat berguna untuk menyaring pengaruh buruk dari lingkungan, misalnya kebiasaan merokok. Orang-orang menganggap bahwa merokok meningkatkan kepercayaan diri dalam pergaulan. Padahal jika dilihat dari sisi kesehatan, merokok dapat menyebabkan banyak penyakit, baik pada perokok aktif maupun pasif. Sehingga kebiasaan ini tidak hanya akan mempengaruhi dirinya sendiri, melainkan juga orang-orang di sekelilingnya.
 Memegang teguh dan menerapkan nilai-nilai agama dengan meningkatkan iman dan takwa seperti bersyukur, bersabar, dan beramal sholeh dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran yang tinggi dari masing-masing remaja untuk dapat mengubah dan memperbaiki prilaku dan moralnya. Karena dengan kesadaran dari diri kita sendiri, maka prilaku kita dapat diperbaiki tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Sehingga hasilnya pasti akan lebih memuaskan dan insyaallah nasib bangsa indonesia ke depan pasti akan lebih makmur dan sejahtera karena dipimpin oleh orang-orang yang memiliki kepribadian dan moral yang baik.
            Semoga Bermamfaat, Syukran Jazakumullahu Khairan@

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Realitas Pemuda Indonesia: Kerusakan Moral & Remaja Indonesia"