'

Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

Renungan Untuk Aleppo: Rasa Tangis yang Tak Terhenti.



 

Tak tertahankan rasa sedih di hati menyaksikan penduduk Aleppo dibombardir rezim teroris Syi'ah dan sekutunya dalam beberapa hari terakhir. Dan lebih menyakitkan lagi ketika melihat mayoritas korban tewas dalam serangan tak berperikemanusiaan ini adalah anak-anak tak berdosa dan tak berdaya.
Serangan jahat ini diprakarsai oleh rezim Assad dengan sokongan penuh Rusia dan Iran. Motifnya sangat jelas; lebih baik membumi hanguskan wilayah yang telah lepas dari kendali daripada dikuasai penuh oleh oposisi.
Anehnya Aleppo dieksekusi oleh rezim dengan membabi buta setelah pejuang Suriah berhasil mengusir ISIS dari sana. Ada apa ini!?
Namun dibalik semua kesedihan ini, saya malah semakin bingung dan pesimis dengan Koalisi Negara Islam yang baru-baru ini heboh dibicarakan dan dielu-elukan.
Belum ada pernyataan sikap, kecaman ataupun ucapan turut berduka cita atas aksi barbarisme nan pengecut rezim Assad yang sedang membumi hanguskan Aleppo secara terang-terangan.

Jadi saya memutuskan untuk tidak bermimpi menunggu Koalisi Besar dan hebat tersebut mengirim pasukan dan pesawat tempurnya untuk menyelamatkan Aleppo. Apalagi menunggu mereka datang untuk menyelamatkan Suriah seluruhnya.
Saya mengagumi Erdogan dan Raja Salman, namun saya mulai lelah menunggu kapan bala tentara mereka benar-benar datang untuk menyelamatkan Suriah!?
Apakah belum cukup penderitaan dan kehancuran yang dialami bangsa Suriah? Atau belum cukupkah Assad mencabik daging anak-anak kita dan mengubur mereka hidup-hidup dalam reruntuhan?

Jika motif agama terasa berat untuk menjadi alasan membebaskan Suriah, datanglah karena motif kemanusiaan wahai Koalisi Negara Islam!
Telah lama semua kita tidak bisa percaya lagi pada peran PBB dan lembaga-lembaga Internasional lainnya. Dan hari ini apakah kita juga harus kehilangan kepercayaan pada para pemimpin Islam?
Kini harapan yang tersisa hanya pada sekelompok lelaki yang masih tegar berdiri di garis depan pertempuran Suriah. Iya, Mujahidinlah satu-satunya harapan yang tersisa.
Mungkin saya naif, tapi saya lebih memilih untuk berharap pada mereka yang sederhana dan terbukti benar-benar berjuang, daripada terbuai dengan gegap gempita segelintir pemimpin Islam yang sedang populer namun tidak bertindak.
Teman, dahulu kita telah kehilangan Palestina, karena berharap pada koalisi teluk dalam perang Arab-Israel. Ternyata politik dan kepentingan global lebih kuat daripada rasa persaudaraan Islam.
 
Akankah umat ini juga akan kehilangan Suriah ke tangan Iran dan Rusia? Copas (Whatsapp Grup "SERUAN AL-HAQ"/

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Renungan Untuk Aleppo: Rasa Tangis yang Tak Terhenti."