'

Selamat Datang di Website Resmi Muhammad Akbar bin Zaid “Assalamu Alaikum Warahmtullahi Wabarakatu” Blog ini merupakan blog personal yg dibuat & dikembangkan oleh Muhammad Akbar bin Zaid, Deskripsinya adalah "Referensi Ilmu Agama, Inspirasi, Motivasi, Pendidikan, Moralitas & Karya" merupakan kesimpulan dari sekian banyak kategori yang ada di dalam blog ini. Bagi pengunjung yang ingin memberikan saran, coretan & kritikan bisa di torehkan pada area komentar atau lewat e-mail ini & bisa juga berteman lewat Facebook. Terimah Kasih Telah Berkunjung – وَالسٌلام عَلَيْكُم

KKN Reguler Ang. XXXV UNM Kec. Maritengngae Kab. Sidrap: Taushiah Hikmah Muharram


Bismillah…
            Segala puji bagi Allah Subhanahu Wata’ala, Kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, memohon ampunan kepada-Nya, bertaubat kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari keburukan diri kami dan kejelekan amal-amal kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang menyesatkannya,. Dan barangsiapa disesatkan, maka tidak ada pemberi petunjuk kepada-Nya. Saya bersaksi bahwa tidak Tuhan yang patut disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
           Setelah Pembukaan GEMA MUHARRAM III, Acara selanjut-nya adalah Hikmah Muharram, yang dibawakan langsung oleh Ust. Pembina Remaja Mesjid Hikmat Tanete dalam ceramah beliau. Sangat menekankan pentingnya Hijrah dari segala perbuatan buruk kita menjadi muslim yang memiliki perbuatan yang baik, akhlak yang baik dan ibadah  yang baik pula. Kita telah meinggalkan tahun 1437 H dan kita beralih pada tahun yang baru yaitu 1438 H, maka sepantasnya kita mulai Niatkan untuk berubah pada tahun ini.
            Karena salah satu ciri orang merugi adalah ketika waktu berlalu begitu saja lantas tidak ada perubahan yang terjadi pada dirinya, segala perubahan ini mesti kita mulai dari sekarang. Ibadah kita, jikalau tahun sebelumnya ibadah kita belum disiplin maka tahun ini ibadah kita mesti tepat waktu. Begitupula dengan aspek yang lainya. Begitu banyak nasehat dari beliau yang bisa kita petik pelajaran darinya. Beliau juga menceritakan kisah-kisah yang terjadi pada Bulan Muharam dan menjelaskan tentang Keutamaan Bulan Muharram.
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (Maksudnya ialah: bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri (Maksudnya janganlah kamu menganiaya dirimu dengan mengerjakan perbuatan yang dilarang, seperti melanggar kehormatan bulan itu dengan mengadakan peperangan) kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al Taubah: 36).
Muharram merupakan bulan yang sangat berpengaruh pada sejarah kehidupan umat Islam. Suatu bulan yang menjadi pembuka tahun dalam kalender Islam, Hijriyah. Suatu bulan yang penuh barokah dan rahmah, karena bermula dari bulan inilah –menurut dunia Islam- berlakunya segala kejadian alam ini. Bulan Muharram juga termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah dalam al Qur’an (Al Taubah: 36).
Secara otomatis bulan Muharam merupakan bulan yang menyimpan banyak sejarah dan peristiwa dalam kehidupan umat. Di mana pada bulan itu Allah Subhanahu Wata’ala,  banyak menurunkan peristiwa yang patut dikenang bagi umat sebagai rasa syukur atas kenikmatan yang diberikan, karena peristiwa-peristiwa yang terjadi pada bulan tersebut dapat memberikan banyak inspirasi bagi kelangsungan hidup umat manusia di muka bumi ini. Meskipun demikian, di sana kadang timbul pertanyaan dalam benak kita, kenapa penetapan awal tahun dalam Islam berdasarkan hijrah Rasul Muhammad Sallallahu alaihi wasallam? Apakah karena dalam hijrah tadi terdapat sesuatu yang sangat urgen untuk dikenang?.
Bukankah selain hijrah masih ada beberapa peristiwa yang tidak kalah pentingnya dengan hijrah tadi? Seperti kelahiran atau wafat Rasul Sallallahu alaihi wasallam, peristiwa awal penerimaan wahyu, peristiwa Isra’ & Mi’raj yang mendatangkan perintah shalat wajib lima waktu, di mana hal itu merupa kan tonggak atau tiang agama (Ashsholatu ‘imaduddin). Pun tak kalah pentingnya peristiwa penaklukan kota Mekah yang menjadi pusat persatuan dan kesatuan umat Islam, dan masih banyak lagi beberapa peristiwa lainnya yang berpengaruh pada eksistensi Islam di muka bumi ini. Namun, kenapa harus bersandar pada hijrah Rasul Muhammad Sallallahu alaihi wasallam, kalender Islam itu ditetapkan?

Bulan Muharram Dalam Sejarah
Tradisi penanggalan Hijriyah dirintis pada masa kekhalifahan Umar Bin Khattab RA. Pada waktu itu muncul wacana diperlukannya penanggalan yang baku dan seragam untuk berbagai urusan kenegaraan dan kemasyarakatan. Kemudian, muncullah berbagai usulan dari para Sahabat. Pada akhirnya disepakati bahwa peristiwa hijrah Nabi Sallallahu alaihi wasallam, dari Makkah menuju Madinah dijadikan patokan dalam perhitungan awal tahun kelender Islam.
Dalam sejarahnya, Khalifah Umar bin Khattab (13-23 H/634-644 M) pernah menerima surat dari Gubernurnya di Bashra Abu Musa Al Asy’ari yang menyebutkan pada awal suratnya berbunyi: “……menjawab surat Tuan yang tidak tertanggal…..”. Perkataan pendek yang tampaknya tidak begitu penting telah menarik perhatian Khalifah Umar, yaitu perlunya umat Islam mempunyai penanggalan yang pasti. Hingga akhirnya diadakan musyawarah khusus untuk menentukan kapan awal tahun baru Islam.

Hijrah Sebagai Penetapan Kalender Islam
Jika dicermati dengan seksama, akan kita temui bahwa hijrah Rasul Sallallahu alaihi wasallam, mempunyai banyak kelebihan dan pengaruh besar dalam eksisitensi agama Islam ini. Hingga pantas hijrah Rasul dijadikan patokan penetapan kalender Islam. Sebab, peristiwa-peristiwa penting bersejarah yang lainnya, hampir semuanya terkandung dalam peristiwa hijrah Rasul saw. Misalkan peristiwa Isra’ & Mi’raj, di mana beliau mendapat perintah shalat wajib lima waktu, datang setelah + dua tahun dari hijrah, peristiwa penaklukan kota Mekah, terjadi setelah hijrah, pun wafatnya Rasul Sallallahu alaihi wasallam,  terjadi setelah hijrah, dan masih banyak peristiwa yang lainya…

Peristiwa Bersejarah pada 10 Muharam
    1. Nabi Adam as.
Setelah beratus-ratus tahun lamanya Nabi Adam as meminta ampunan dan bertobat kepada Allah Subhanahu Wata’ala,, maka pada hari yang bersejarah yaitu tanggal 10 Muharam Allah Subhanahu Wata’ala, telah menerima taubat Nabi Adam as. Inilah salah satu penghormatan kepada Nabi Adam as. Ratusan tahun bertobat.. Begitu lama sekali Nabiyullah Adam as melakukan tobat ini.
   2. Nabi Idris as.
Pada tanggal 10 Muharam, Nabi Idris as telah dibawa ke langit sebagai tanda bahwa Allah Subhanahu Wata’ala,  telah menaikkan derajatnya beliau.
   3. Nabi Nuh as.
Pada tanggal 10 Muharam, perahu Nabi Nuh as mulai berlabuh, karena banjir yang melanda seluruh alam di mana hanya ada 40 keluarga saja yang ikut. Kita ini merupakan anak cucu dari 40 keluarga tersebut, dan ini merupakan penghormatan kepada Nabi Nuh as karena 40 keluarga ini saja yang selamat dan dipilih oleh Allah Subhanahu Wata’ala,. Selain 40 keluarga itu, mereka adalah orang-orang yang ingkar kepada Nabi Nuh as.
   4. Nabi Ibrahim as.
Pada tanggal 10 Muharam, Nabiyullah Ibrahim as diangkat sebagai kekasih Allah (khalilulah) dan juga hari dimana Nabi Ibrahim diselamatkan dari api yang dinyalakan oleh Raja Namrud.
    5. Nabi Isa as.
Pada tanggal 10 Muharam, Allah Subhanahu Wata’ala,  mengangkat Nabi Isa as ke langit. Dan Allah SWT menukar Nabi Isa as dengan Yahuza. Ini adalah suatu bentuk penghormatan kepada Nabi Isa as dari kekejaman kaum Bani Israil.
   6. Nabi Musa as dengan tongkat Membelah Lautan.
Pada tanggal 10 Muharam, Nabi Musa as diberi mukjizat untuk membelah lautan untuk dilalui tentara Nabi Musa as dan pada tanggal itu pula Fir'aun ditenggelamkan di tengah lautan. Mukjizat yang dikaruniakan Allah Subhanahu Wata’ala,  kepada Nabi Musa as ini merupakan satu penghormatan kepada Nabi Musa as. Nabi Musa as dengan Haman dan Qarun. Pada tanggal 10 Muharam, doa Nabi Musa as untuk mengubur semua harta Qarun dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala,.
   7. Nabi Yunus as.
Pada tanggal 10 Muharam Nabi Yunus as telah dikeluarkan dari perut ikan Nun setelah berada dalam perut ikan selama 40 hari. Allah Subhanahu Wata’ala, telah memberikan hukuman secara tidak langsung kepada Nabi Yunus as dengan cara ikan Nun menelannya. Namun pada akhrinya Allah Subhanahu Wata’ala,  menerima taubat beliau dan mengeluarkannya dari perut ikan itu.
Itulah berbagai peristiwa bersejarah para nabi yang terjadi pada bulan Muharam. Jadi sangat wajar jika umat Islam kemudian berpuasa karena menghormati berbagai peristiwa positif tersbut. Inilah hikmah Muharram yang dibawakan langsung oleh pembina Remaja Mesjid Hikmat Tanete dalam kegiatan GEMA MUHARRAM III dan disaksikan langsung oleh masyarakat dan peserta, Mahasiswa KKN Reguler Angkatan XXXV UNM Kecamatan Maritegngae Kabupaten Sidrap. Semoga Bermamfaat@...


KKN REGULER ANGKATAN XXXV UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR, “DESA TANETE, TAKKALASI, ALLAKUANG, SEREANG DAN KANIE” KECAMATAN MARITENGNGAE KABUPATEN SIDRAP.

Terimah Kasih atas kunjungan Ta' semoga artikel ini bermamfaat... @Wassalam

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KKN Reguler Ang. XXXV UNM Kec. Maritengngae Kab. Sidrap: Taushiah Hikmah Muharram"